Mendengar & Mengerti & Memandang & Menanggap
Ucapan Yesus Yang Sulit, 45 :
Mengapa Kaukatakan Aku Baik?
* Markus 10:17-27 Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah
10:17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:18 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.
10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
10:20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
10:22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
10:23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."
10:24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
10:25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
10:26 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
10:27 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."
Baca juga di Lukas 18:18-27
Tuhan Yesus mengucapkan kata-kata yang dapat membuat orang ragu-ragu akan kebaikanNya. Seorang calon murid (seorang kaya) suatu ketika berlari-lari datang kepada Tuhan Yesus dan berkata "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?". Sebelum menjawab pertanyaannya ini, Tuhan Yesus memimta ia menjelaskan gelar "baik" yang ia gunakan. Sebuah kata yang dalam arti sebenarnya Cuma kepunyaan Allah sendiri dan tidak boleh dengan sembarangan dipakai sebagai ungkapan sopan-santun dan Tuhan Yesus tahu bahwa orang itu hanya berbasa-basi saja waktu ia memakai kata itu. Kalau Ia memang sungguh-sungguh menilai 'baik'. Kalau begitu, bagaimana hal ini bisa sejalan dengan ucapanNya disini bahwa 'Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja'. Jawabannya sederhana : tak seorangpun seratus persen baik seperti Allah, tetapi pria atau wanita itu baik sepanjang mereka memancarkan kebaikan Allah.
Penjelasan selanjutnya bisa dibaca di Artikel yang berjudul : YESUS MENOLAK DISEBUT BAIK?, di http://www.sarapanpagi.org/yesus-menola ... vt462.html
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking