gbu
gbu
Dinsdag 16 April 2013
eksposisi kitab masmur
3MAZMUR 2:1-6
oleh : Pdt.Kiki Palohon STh
Maz 23:1-6 - “(1) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; (3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya. (4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku. (5) Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. (6) Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa”.
Pendahuluan:
Dalam bahasa Yunani ada kata PHOBIA yang berarti: rasa takut yang berlebih-lebihan dan yang menetap terhadap sesuatu (orang, binatang, benda, keadaan tertentu). Misalnya:
· Acrophobia - rasa takut terhadap tempat tinggi.
· Agoraphobia - rasa takut terhadap tempat terbuka.
· Claustrophobia - rasa takut terhadap tempat tertutup.
· Aichmophobia - rasa takut terhadap benda tajam / runcing.
· Anthropophobia - rasa takut terhadap orang laki-laki / orang laki-laki tertentu.
· Gynephobia - rasa takut terhadap orang perempuan / orang perempuan tertentu.
· Astraphobia - rasa takut terhadap guruh, petir atau badai.
· Hematophobia - rasa takut terhadap darah.
· Hydrophobia - rasa takut terhadap air.
· Pyrophobia - rasa takut terhadap api.
· Pathophobia - rasa takut terhadap penyakit / penyakit tertentu.
· Thanatophobia - rasa takut terhadap kematian.
· Toxiphobia - rasa takut terhadap racun atau rasa takut untuk diracun.
· Zoophobia - rasa takut terhadap binatang / binatang tertentu.
· Monophobia - rasa takut terhadap kesendirian.
· Ochlophobia - rasa takut terhadap orang banyak.
· Nyctophobia - rasa takut terhadap kegelapan / malam.
· Necrophobia - rasa takut terhadap mayat.
Semua rasa takut di atas kelihatannya tidak masuk akal dan tidak beralasan. Tetapi dalam hidup kita sebagai orang kristen, juga sering ada rasa takut yang lain seperti:
¨ takut pada kekurangan (uang, makan, pakaian, rumah, dsb).
¨ takut pada bahaya, penderitaan, kesukaran.
¨ takut pada masa depan.
¨ takut tersesat secara rohani.
Kita mungkin beranggapan bahwa, berbeda dengan phobia-phobia di atas, rasa takut semacam ini adalah rasa takut yang beralasan dan normal. Tetapi ditinjau dari sudut Kitab Suci dan dari sudut Allah sendiri, semua rasa takut kita itu juga tidak beralasan dan sebetulnya tidak boleh ada. Mengapa? Karena Tuhan adalah Gembala kita!
I) Penggembalaan Tuhan.
1) Tuhan menggembalakan kita secara pribadi.
Dalam ay 1 Daud berkata: ‘Tuhan adalah gembalaku’.
Kitab Suci memang juga menggambarkan Tuhan sebagai gembala Israel secara kolektif.
Maz 78:52 - “disuruhNya umatNya berangkat seperti domba-domba, dipimpinNya mereka seperti kawanan hewan di padang gurun”.
Yes 40:11 - “Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternakNya dan menghimpunkannya dengan tanganNya; anak-anak domba dipangkuNya, induk-induk domba dituntunNya dengan hati-hati”.
Tetapi, dalam ay 1 ini kelihatan bahwa Ia menggembalakan dombaNya secara pribadi. Ini menunjukkan bahwa dalam menggembalakan, Tuhan memperhatikan kita satu per satu.
Bdk. Yoh 10:3b - ‘ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya keluar’.
Kita bisa meninjau ini secara positif atau secara negatif:
a) Secara positif.
1. Tidak mungkin ada domba yang ‘kancrit’ (ketinggalan).
2. Saudara tetap diperhatikan / digembalakan oleh Tuhan, betapapun rendahnya dan tak berartinya saudara dalam pandangan manusia (orang miskin, tak mempunyai kedudukan baik dalam dunia maupun dalam gereja).
Karena itu, apapun yang saudara alami, jangan menganggap bahwa Tuhan tidak mempedulikan saudara!
b) Secara negatif.
Amsal 15:3 - “Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik”.
2) Dalam penggembalaan itu, Tuhan mencukupi kebutuhan kita.
Ay 1-2: “(1) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang”.
a) Ay 1: ‘takkan kekurangan’.
Perhatikan bahwa tidak dikatakan ‘kelimpahan’ tetapi ‘takkan kekurangan’. Jadi, Tuhan tak menjanjikan kekayaan, tetapi kecukupan.
Bandingkan dengan:
Maz 34:10-11 - “(10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orangNya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! (11) Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik”.
Maz 37:25 - “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti”.
Kalau kita betul-betul kekurangan, kita perlu introspeksi, apakah Mat 6:33 sudah kita lakukan atau tidak.
Mat 6:33 - “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.
b) Ay 2: ‘rumput’ dan ‘air’. Itu memang merupakan kebutuhan domba. Dan itu pasti diberikan oleh gembalanya. Tuhan tidak berjanji untuk memberikan semua yang kita inginkan, tetapi semua yang kita butuhkan (Mat 6:25-34).
Penerapan: apakah saudara kuatir / takut karena harga-harga akan naik? Jangan takut! Ia berjanji mencukupi kebutuhan saudara!
3) Tuhan mempimpin kita (ay 2b,3a,3b).
Ay 2-3: “(2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; (3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya”.
a) Ay 2b: ‘Ia membimbing aku’.
b) Ay 3a: ‘Ia menyegarkan jiwaku’.
NIV: ‘He restores my soul’ (= Ia memulihkan jiwaku).
Kata ‘menyegarkan’ sebetulnya lebih tepat diterjemahkan ‘memulihkan’, seperti dalam terjemahan NIV. Sedangkan kata ‘memulihkan’ bisa diartikan ‘memulihkan dari kelelahan’ atau ‘memulihkan dari kesesatan’. Arti yang kedua rasanya lebih cocok dengan kontex, karena kontex membicarakan pimpinan Tuhan / gembala.
c) Ay 3b: ‘Ia menuntun aku di jalan yang benar’.
Penerapan: jangan takut tersesat! Tuhan memimpin saudara! Ini tidak berarti bahwa kita boleh mengarahkan hidup kita secara sembarangan. Kita tentu harus berusaha untuk mengetahui dan mentaati kehendak Tuhan bagi kita. Tetapi kita juga harus percaya bahwa Tuhan mau / akan / pasti memimpin kita.
4) Tuhan menolong / melindungi kita dari kesukaran / bahaya.
Kalau melihat ay 1-3, maka kehidupan domba ini enak terus. Tetapi kalau kita membaca ay 4, maka ceritanya jadi lain!
Ay 1-4: “(1) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; (3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya. (4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku”.
Di situ ada kata-kata ‘lembah kekelaman’, yang dalam terjemahan lama maupun KJV/RSV/NIV/NASB diterjemahkan ‘lembah bayang-bayang maut’. Ini jelas menunjukkan sesuatu yang tidak menyenangkan, bahkan menunjukkan sesuatu yang menakutkan!
Juga kalau kita membaca ay 5 maka ada kata ‘lawan’!
Ay 5: “Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah”.
Dalam Kitab Suci bahasa Inggris kata ‘lawan’ ini ada dalam bentuk jamak (‘enemies’ = musuh-musuh)! Ini menunjukkan bahwa domba memang banyak sekali musuhnya! Menjadi orang kristen / orang benar tidak berarti bahwa kita akan dicintai semua orang! Sebaliknya, akan ada banyak orang yang memusuhi / menentang kita karena kita mengikuti, mentaati, dan melayani Tuhan!
Contoh: dalam kehidupan Paulus, sekalipun ia adalah seorang rasul yang sangat saleh, ia mengalami banyak permusuhan dan pertentangan.
Kis 24:5 - “Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani”.
Perhatikan kata-kata ‘penyakit sampar’ dalam Kis 24:5 ini. Kata Yunani yang dipakai adalah LOIMON, yang bisa berarti penyakit sampar, wabah, ataupun gangguan. Karena itu NIV menterjemahkan ‘trouble maker’ (= pembuat kekacauan). Fakta memang menunjukkan bahwa dimanapun Paulus berada, di situ ada kekacauan (baca Kis 9-28). Tetapi sebetulnya Paulus tidak menimbulkan kekacauan itu. Ia hanya memberitakan Injil / Firman Tuhan. Orang-orang yang menolak pemberitaannya itulah yang membuat kekacauan.
Penerapan: kalau saudara rajin memberitakan Injil / Firman Tuhan atau rajin menegakkan kebenaran dan karena itu lalu saudara disebut ‘trouble maker’ / ‘pembuat kekacauan’, maka janganlah malu karena hal itu! Ingat bahwa Yesus sendiri dianggap gila, kerasukan setan dsb (Mark 3:21,22,30 Yoh 10:20)!
Bdk. Yoh 15:18-20 - “(18) ‘Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. (19) Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (20) Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firmanKu, mereka juga akan menuruti perkataanmu”.
Permusuhan itu bisa dari luar maupun dari dalam. Ingat dalam kelompok Yesus ada Yudas Iskariot! Juga bandingkan dengan kata-kata Paulus di bawah ini.
Fil 3:18-19 - “(18) Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. (19) Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi”.
Calvin mengatakan bahwa mereka ini bukan orang yang secara terang-terangan menolak Injil / Kristus. Sebaliknya, mereka pura-pura menjadi teman, tetapi sebetulnya mereka adalah musuh terbesar dari Injil.
Calvin: “And unquestionably persons of this sort, who weaken the influence of the ministry by seeking their own interests, sometimes do more injury than if they openly laki-lakiposed Christ” (= Dan tidak perlu diragukan bahwa orang-orang seperti ini, yang melemahkan pengaruh pelayanan dengan mencari kesenangan mereka sendiri, kadang-kadang lebih merugikan dari pada kalau mereka terang-terangan menentang Kristus).
Semua ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan domba itu ada banyak hal yang menakutkan. Tetapi domba itu tetap tidak boleh takut, karena:
a) Tuhan / gembala itu akan menyertai / melindungi.
Ay 4: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku”.
b) Tuhan bahkan bisa memberkati kita di tengah-tengah kesukaran / musuh.
Ay 5: “Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah”.
Perlu diketahui bahwa dalam ay 5, metaphor / kiasan yang dipakai bukan lagi gembala - domba, tetapi tuan rumah - tamu. Tradisi pada saat itu mengharuskan tuan rumah untuk bersikap ramah terhadap tamu. Keramahan itu mencakup hal-hal sebagai berikut:
1. Membungkukkan diri untuk menghormati tamu.
2. Memberikan salam kepada tamu.
3. Mencium tamu (bdk. Luk 7:45).
4. Melepaskan sepatu tamu (dilakukan oleh tamu itu sendiri atau oleh hamba dari tuan rumah).
5. Mencuci kaki tamu (bdk. Luk 7:44).
6. Mengurapi kepala tamu dengan minyak (bdk. Luk 7:46 Maz 23:5b).
7. Memberi minum air (bdk. Mat 10:42).
8. Mengajak makan (Maz 23:5a).
5) Tuhan adalah gembala yang setia.
Ay 6: “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa”.
a) Ay 6a: ‘seumur hidup’!
b) Ay 6b menunjuk ke surga.
Jadi, Tuhan terus menggembalakan kita dengan setia sampai kita masuk ke surga!
Penerapan: jangan takut bahwa Tuhan akan bosan terhadap saudara! Dia adalah gembala yang setia, yang bahkan akan tetap setia, sekalipun saudara tidak setia (2Tim 2:13).
2Tim 2:12-13 - “(12) jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; (13) jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya.’”.
Kesimpulan: dari 5 hal di atas ini bisa disimpulkan bahwa penggembalaan Tuhan itu sempurna! Karena itulah maka kita tidak boleh takut! Tetapi bagaimanapun juga, kita mempunyai tanggung jawab untuk menjadi domba yang baik!
II) Domba yang baik.
1) Domba.
Saudara harus menjadi ‘domba’ / orang kristen lebih dulu. Maz 23, yang adalah Mazmur penggembalaan, didahului oleh Maz 22, yang adalah Mazmur tentang salib (perhatikan Maz 22:2,8-9,16,17,19). Kalau kita belum datang kepada Kristus yang tersalib (menerima Dia sebagai Juruselamat kita), maka kita tidak bisa mengharapkan Dia sebagai Gembala kita!
2) Domba yang baik.
Untuk menjadi domba yang baik, maka kita harus:
a) Mempunyai hubungan pribadi dengan gembala (ay 1: ‘gembalaku’).
Penerapan:
· Apakah saudara memperhatikan / menekankan hubungan pribadi saudara dengan Tuhan? Saudara mungkin rajin datang dalam Kebaktian / Pemahaman Alkitab. Itu semua baik! Tetapi bagaimana dengan persekutuan pribadi saudara dengan Tuhan (Saat Teduh)?
· Dalam hal dosa, apakah saudara membiarkan dosa-dosa tertentu dalam hidup saudara? Ingat bahwa dosa-dosa itu merusak hubungan pribadi saudara dengan Tuhan / gembala.
· Apakah iman dan kasih saudara kepada Tuhan bertumbuh?
b) Puas dengan apa yang diberikan oleh gembalanya.
Tuhan memberikan kebutuhan saudara. Tetapi kalau saudara adalah orang yang tamak / cinta uang, saudara tidak akan pernah puas dengan apa yang Tuhan berikan, dan kata-kata ‘takkan kekurangan aku’ (ay 1) tak akan pernah saudara alami / rasakan.
Pkh 5:9 - “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya”.
c) Mau dipimpin dan mau dekat dengan Tuhan.
Ay 3: ‘Ia menuntun aku’. Ini jelas menunjukkan bahwa kita harus mau dipimpin! Bandingkan juga dengan Yoh 10:3,4,14,27 yang menunjukkan bahwa domba harus mendengar suara gembala dan mengikutinya / mentaatinya.
Yoh 10:3,4,27 - “(3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. (4) Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. ... (27) Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku”.
Penerapan: dengarlah Firman Tuhan (khotbah Kebaktian dan Pemahaman Alkitab) dengan tekun dan rajin. Ada orang kristen yang mau datang kalau gereja mengadakan pesta, tetapi tidak mau datang kalau gereja mengadakan Pemahaman Alkitab. Dalam Camp baru-baru ini ada orang-orang yang ikut Camp tetapi jarang atau bahkan tidak pernah ikut dalam acara firman!
d) Percaya, berharap dan bersandar kepada Tuhan.
1. Saudara mungkin yakin bahwa saudara tidak akan kekurangan. Tetapi mengapa yakin? Karena orang tua saudara kaya? Karena deposito / tabungan saudara banyak? Karena saudara mempunyai pekerjaan yang baik? Ini semua salah! Saudara harus yakin bahwa saudara tidak akan kekurangan karena Tuhan adalah gembala saudara! Domba dalam Maz 23 ini yakin bahwa ia takkan kekurangan, bukan karena ia melihat banyak rumput dan air, tetapi karena ia melihat gembalanya.
2. Saudara mungkin yakin bahwa saudara tak mungkin tersesat. Tetapi mengapa yakin?
a. Karena pendeta saudara orang yang hebat? Ini salah! Ay 2-3 memberikan jawaban yaitu: karena Tuhanlah yang membimbing saudara.
b. Karena saudara adalah orang yang rajin belajar Firman Tuhan dan setia kepada Tuhan? Ini juga salah! Dalam ay 3 ada kata-kata ‘oleh karena namaNya’. Jadi Tuhan mempimpin kita karena diriNya sendiri. Alasan mengapa ia memimpin kita terletak bukan pada diri kita, tetapi pada diriNya sendiri!
3. Saudara yakin takkan hancur / celaka dalam kesukaran / bahaya. Tetapi mengapa yakin? Jangan yakin hal itu karena kekuatan saudara sendiri ataupun kekuatan orang lain. Ay 4 memberikan dasar keyakinan yang benar, yaitu: ‘Engkau’, ‘gada’, ‘tongkat’ - inilah yang melindungi domba.
Kalau saudara menjadi domba yang matanya terus diarahkan kepada gembala (selalu bersandar dan berharap kepada Tuhan), maka saudara akan merasa aman! Rasa aman ini terlihat dari:
a. Domba itu ‘berjalan’ dalam lembah bayang-bayang maut (ay 4). Ia bukannya lari terkencing-kencing karena ketakutan, tetapi berjalan dengan santai! Bdk. Amsal 28:1 - “Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda”.
b. Ia bisa makan dengan santai padahal ada musuh. Ia merasa aman di tengah-tengah bahaya / musuh.
Ay 5: “Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah”.
Semua rasa takut hilang kalau mata diarahkan kepada gembala! Tetapi maukah saudara mengarahkan mata saudara kepada gembala / Tuhan mulai saat ini?
-AMIN-
KITAB-KITAB PERJANJIAN LAMA
KITAB-KITAB PERJANJIAN LAMA
Oleh Pdt.kiki Palohon STh . M.Pd.K
Perjanjian Lama - 39 kitab seluruhnya Pentatuk (kelima kitab Musa) - 5 kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan Kitab-kitab Sejarah - 12 kitab Yosua, Hakim-hakim, Rut, 1 Samuel, 2 Samuel, 1 Raja-Raja, 2 Raja-Raja, 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, Ester. Puisi - 5 kitab Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung Nubuat - 17 kitab Nabi-nabi besar - Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, Daniel Nabi-nabi kecil - Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi. Pentatuk (kelima kitab Musa) - 5 kitab Kejadian - Penciptaan, Kejatuhan, Banjir besar, penyebaran bangsa-bangsa, Abraham, Ishak, Yakub, dan Yusuf. Perbudakan di Mesir. Keluaran - Perbudakan, Musa, 10 tulah, Paskah, Meninggalkan Mesir, Penyeberangan Laut Merah, Gunung Sinai dan kesepuluh Perintah Allah. Imamat - Perintah-perintah mengenai sistem korban dan keimaman. Perintah-perintah mengenai kesucian moral. Bilangan - Masih di Gunung Sinai, rakyat Israel membuat patung untuk disembah, penghukuman, 40 tahun pengembaraan di padang gurun dimulai. Ulangan - Penjelasan Musa mengenai tindakan Allah atas bangsa Israel, Kesepuluh Firman (Perintah Allah), hukum-hukum mengenai tata cara ibadah, hukum sosial dan sipil, and pembaharuan perjanjian. Kitab-kitab Sejarah - 12 kitab seluruhnya Yosua - Paruh pertama kitab Yosua berbicara tentang 7 tahun penaklukan Tanah Perjanjian. Paruh kedua mengenai pembagian Tanah tersebut kepada bangsa Israel. Hakim-hakim - Masa Hakim-hakim. Banyak yang jahat. Bangsa Israel tidak mengusir semua penduduk Kanaan dan mulai mengambil bagian dalam penyembahan berhala. 7 putaran penindasan bangsa asing, penyesalan, dan pembebasan. Namun akhirnya, bangsa Israel gagal memetik pelajaran dari kejadian-kejadian tersebut. Rut - Boas mendapat hak menebus Rut, menebus Rut si orang Moab. Berbicara mengenai kebajikan, kasih, dan kesetiaan kepada Tuhan. Ke 6 kitab berikut berbicara mengenai masa antara Samuel hingga Pembuangan Satu Samuel - Samuel membawa bangsa Israel dari masa hakim-hakim ke Raja Saul Dua Samuel - Daud menjadi raja, berzinah, dan membunuh. Satu Raja-Raja - Salomo, kerajaan Israel menjadi kuat. Solomo mati dalam tahun 931 S.M., lalu perpecahan suku-suku: 10 ke utara dan 2 ke selatan. Dua Raja-Raja - Kerajaan yang terpecah. Ke 19 raja-raja Israel adalah raja yang jahat; karenanya, ditawan di Assiria (722 S.M.). Di Yudea, 8 dari ke 19 raja adalah raja yang jahat namun ikut dibuang juga. Satu Tawarikh - Menceritakan kembali sejarah bangsa Israel hingga meninggalnya Daud. Dua Tawarikh - Menceritakan riwayat Salomo, pembangunan Bait Allah. Sejarah Yehuda. Tiga kitab berikutnya bertutur tentang restorasi Israel. Ezra - Raja Koresy mengijinkan sebagian besar bangsa Israel kembali ke tanah Israel. Zerubabel memimpin mereka (539 S.M.). Ezra kembali belakangan bersama lebih banyak orang Yahudi (458 S.M.) Membangun Bait Allah. Nehemia - Membangun tembok Yerusalem. Nehemia mendapat ijin dari raja Persia untuk membangun kembali tembok-tembok tersebut (444 S.M.). Kebangunan di Israel. Ester - Menceritakan kejadian yang terjadi pada masa antara pasal 6 dan 7 dari kitab Ezra. Mordekai. Rencana untuk membunuh bangsa Israel. Puisi - 5 kitab Ayub - Orang benar yang diuji oleh Allah. Berhadapan dengan kekuasaan Allah. Mazmur - Terdiri dari 5 bagian. Puji-pujian dalam bentuk lagu. Mencakup tema yang luas Amsal - Kebijakan praktis untuk masalah sehari-hari. Pengkotbah - Semuanya sia-sia. Kebijakan manusia adalah sia-sia. Kidung Agung - Nyanyian antara Salomo dan pengantin Shulammite-nya, menceritakan kasih antara seorang pria dan seorang wanita. Nubuat - 17 kitab Nabi-nabi besar - 5 kitab Yesaya - Melihat dosa Yehuda dan mengumumkan penghukuman Allah. Hizkia. Pemulihan dan berkat-berkat pada masa yang akan datang. Yeremia - Dipanggil Allah untuk mengumumkan berita penghakiman atas Yehuda, yang kemudian terjadi. Allah menetapkan Perjanjian Baru. Ratapan - 5 puisi ratapan. Mengisahkan kekalahan dan kejatuhan Yerusalem. Yehezkiel - Ia melayani kaum Israel dalam pembuangan di Babilonia. Mengisahkan akhir zaman. Daniel - Banyak penglihatan atas kejadian di masa depan yang terjadi baik terhadap kaum kafir maupun Israel. Nabi-nabi kecil - 12 kitab Hosea - Kisah Hosea dan istrinya yang tidak setia, Gomer. Merepresentasikan kasih dan kesetiaan Allah atas perzinahan spiritual bangsa Israel. Israel akan dihukum dan dipulihkan. Yoel - Mengumumkan masa depan yang mengerikan dengan menggunakan perumpamaan belalang. Penghukuman akan terjadi tetapi berkat-berkat akan menyusul. Amos - Mengingatkan Israel akan penghakiman yang akan terjadi. Israel menolak peringatan Allah. Obaja - Pengumuman melawan Edom, negara tetangga Israel yang bergembira atas penghakiman atas Yerusalem. Nubuatan mengenai kehancuran mereka. Yunus - Yunus mengumumkan penghakiman yang akan datang terhadap Niniweh. Tetapi mereka bertobat dan penghakiman dibatalkan. Mikha - Deskripsi lengkap mengenai kebusukan moral di semua tingkatan masyarakat Israel. Allah akan menghakimi tetapi juga akan mengampuni dan memulihkan. Nahum - Niniweh telah murtad (sekitar 125 tahun sesudah Yunus) dan akan dihancurkan. Habakuk - Menjelang akhir kerajaan Yehuda, Habakuk bertanya kepada Allah mengapa Ia tidak bertindak atas dosa-dosa Yehuda. Allah menjawab Ia akan memakai tangan bangsa Babilonia. Habakuk bertanya bagaimana mungkin Allah memanfaatkan tangan suatu bangsa yang lebih busuk dari Yehuda. Zefanya - Temanya adalah seputar Hari Tuhan dan penghakimanNya serta berkat-berkat yang akan terjadi sesudahnya. Yudea tidak akan bertobat, kecuali beberapa gelintir sisanya, dan mereka akan dipulihkan. Hagai - Bangsa Israel gagal mengutamakan Allah, dengan membangun terlebih dahulu rumah mereka sendiri ketimbang Bait Allah. Karenanya, mereka tidak akan maju-maju. Zakharia - Zakharia memberi semangat kepada bangsa Yahudi untuk menyelesaikan pembangunan Bait Allah. Banyak nubuatan Mesianik. Maleakhi - Umat Allah tidak disiplin dalam menjalankan kewajiban mereka terhadap Allah. Semakin jauh dari Allah. Kompromistis dalam hal moral. Pengumuman akan penghakiman yang akan terjadi.
Oleh Pdt.kiki Palohon STh . M.Pd.K
Perjanjian Lama - 39 kitab seluruhnya Pentatuk (kelima kitab Musa) - 5 kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan Kitab-kitab Sejarah - 12 kitab Yosua, Hakim-hakim, Rut, 1 Samuel, 2 Samuel, 1 Raja-Raja, 2 Raja-Raja, 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, Ester. Puisi - 5 kitab Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung Nubuat - 17 kitab Nabi-nabi besar - Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, Daniel Nabi-nabi kecil - Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi. Pentatuk (kelima kitab Musa) - 5 kitab Kejadian - Penciptaan, Kejatuhan, Banjir besar, penyebaran bangsa-bangsa, Abraham, Ishak, Yakub, dan Yusuf. Perbudakan di Mesir. Keluaran - Perbudakan, Musa, 10 tulah, Paskah, Meninggalkan Mesir, Penyeberangan Laut Merah, Gunung Sinai dan kesepuluh Perintah Allah. Imamat - Perintah-perintah mengenai sistem korban dan keimaman. Perintah-perintah mengenai kesucian moral. Bilangan - Masih di Gunung Sinai, rakyat Israel membuat patung untuk disembah, penghukuman, 40 tahun pengembaraan di padang gurun dimulai. Ulangan - Penjelasan Musa mengenai tindakan Allah atas bangsa Israel, Kesepuluh Firman (Perintah Allah), hukum-hukum mengenai tata cara ibadah, hukum sosial dan sipil, and pembaharuan perjanjian. Kitab-kitab Sejarah - 12 kitab seluruhnya Yosua - Paruh pertama kitab Yosua berbicara tentang 7 tahun penaklukan Tanah Perjanjian. Paruh kedua mengenai pembagian Tanah tersebut kepada bangsa Israel. Hakim-hakim - Masa Hakim-hakim. Banyak yang jahat. Bangsa Israel tidak mengusir semua penduduk Kanaan dan mulai mengambil bagian dalam penyembahan berhala. 7 putaran penindasan bangsa asing, penyesalan, dan pembebasan. Namun akhirnya, bangsa Israel gagal memetik pelajaran dari kejadian-kejadian tersebut. Rut - Boas mendapat hak menebus Rut, menebus Rut si orang Moab. Berbicara mengenai kebajikan, kasih, dan kesetiaan kepada Tuhan. Ke 6 kitab berikut berbicara mengenai masa antara Samuel hingga Pembuangan Satu Samuel - Samuel membawa bangsa Israel dari masa hakim-hakim ke Raja Saul Dua Samuel - Daud menjadi raja, berzinah, dan membunuh. Satu Raja-Raja - Salomo, kerajaan Israel menjadi kuat. Solomo mati dalam tahun 931 S.M., lalu perpecahan suku-suku: 10 ke utara dan 2 ke selatan. Dua Raja-Raja - Kerajaan yang terpecah. Ke 19 raja-raja Israel adalah raja yang jahat; karenanya, ditawan di Assiria (722 S.M.). Di Yudea, 8 dari ke 19 raja adalah raja yang jahat namun ikut dibuang juga. Satu Tawarikh - Menceritakan kembali sejarah bangsa Israel hingga meninggalnya Daud. Dua Tawarikh - Menceritakan riwayat Salomo, pembangunan Bait Allah. Sejarah Yehuda. Tiga kitab berikutnya bertutur tentang restorasi Israel. Ezra - Raja Koresy mengijinkan sebagian besar bangsa Israel kembali ke tanah Israel. Zerubabel memimpin mereka (539 S.M.). Ezra kembali belakangan bersama lebih banyak orang Yahudi (458 S.M.) Membangun Bait Allah. Nehemia - Membangun tembok Yerusalem. Nehemia mendapat ijin dari raja Persia untuk membangun kembali tembok-tembok tersebut (444 S.M.). Kebangunan di Israel. Ester - Menceritakan kejadian yang terjadi pada masa antara pasal 6 dan 7 dari kitab Ezra. Mordekai. Rencana untuk membunuh bangsa Israel. Puisi - 5 kitab Ayub - Orang benar yang diuji oleh Allah. Berhadapan dengan kekuasaan Allah. Mazmur - Terdiri dari 5 bagian. Puji-pujian dalam bentuk lagu. Mencakup tema yang luas Amsal - Kebijakan praktis untuk masalah sehari-hari. Pengkotbah - Semuanya sia-sia. Kebijakan manusia adalah sia-sia. Kidung Agung - Nyanyian antara Salomo dan pengantin Shulammite-nya, menceritakan kasih antara seorang pria dan seorang wanita. Nubuat - 17 kitab Nabi-nabi besar - 5 kitab Yesaya - Melihat dosa Yehuda dan mengumumkan penghukuman Allah. Hizkia. Pemulihan dan berkat-berkat pada masa yang akan datang. Yeremia - Dipanggil Allah untuk mengumumkan berita penghakiman atas Yehuda, yang kemudian terjadi. Allah menetapkan Perjanjian Baru. Ratapan - 5 puisi ratapan. Mengisahkan kekalahan dan kejatuhan Yerusalem. Yehezkiel - Ia melayani kaum Israel dalam pembuangan di Babilonia. Mengisahkan akhir zaman. Daniel - Banyak penglihatan atas kejadian di masa depan yang terjadi baik terhadap kaum kafir maupun Israel. Nabi-nabi kecil - 12 kitab Hosea - Kisah Hosea dan istrinya yang tidak setia, Gomer. Merepresentasikan kasih dan kesetiaan Allah atas perzinahan spiritual bangsa Israel. Israel akan dihukum dan dipulihkan. Yoel - Mengumumkan masa depan yang mengerikan dengan menggunakan perumpamaan belalang. Penghukuman akan terjadi tetapi berkat-berkat akan menyusul. Amos - Mengingatkan Israel akan penghakiman yang akan terjadi. Israel menolak peringatan Allah. Obaja - Pengumuman melawan Edom, negara tetangga Israel yang bergembira atas penghakiman atas Yerusalem. Nubuatan mengenai kehancuran mereka. Yunus - Yunus mengumumkan penghakiman yang akan datang terhadap Niniweh. Tetapi mereka bertobat dan penghakiman dibatalkan. Mikha - Deskripsi lengkap mengenai kebusukan moral di semua tingkatan masyarakat Israel. Allah akan menghakimi tetapi juga akan mengampuni dan memulihkan. Nahum - Niniweh telah murtad (sekitar 125 tahun sesudah Yunus) dan akan dihancurkan. Habakuk - Menjelang akhir kerajaan Yehuda, Habakuk bertanya kepada Allah mengapa Ia tidak bertindak atas dosa-dosa Yehuda. Allah menjawab Ia akan memakai tangan bangsa Babilonia. Habakuk bertanya bagaimana mungkin Allah memanfaatkan tangan suatu bangsa yang lebih busuk dari Yehuda. Zefanya - Temanya adalah seputar Hari Tuhan dan penghakimanNya serta berkat-berkat yang akan terjadi sesudahnya. Yudea tidak akan bertobat, kecuali beberapa gelintir sisanya, dan mereka akan dipulihkan. Hagai - Bangsa Israel gagal mengutamakan Allah, dengan membangun terlebih dahulu rumah mereka sendiri ketimbang Bait Allah. Karenanya, mereka tidak akan maju-maju. Zakharia - Zakharia memberi semangat kepada bangsa Yahudi untuk menyelesaikan pembangunan Bait Allah. Banyak nubuatan Mesianik. Maleakhi - Umat Allah tidak disiplin dalam menjalankan kewajiban mereka terhadap Allah. Semakin jauh dari Allah. Kompromistis dalam hal moral. Pengumuman akan penghakiman yang akan terjadi.
Memahami dan Menafsirkan Ucapan Paulus Yang Sulit, 33
Memahami dan Menafsirkan Ucapan Paulus Yang Sulit, 33:
Kristus yang Tidak Berguna
* Galatia 5:1-15 Kemerdekaan Kristen
5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
5:2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
5:3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.
5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.
5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.
5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
5:7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?
5:8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu.
5:9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.
5:10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapa pun juga dia.
5:11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi.
5:12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!
5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"
5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
Galatia 5:2 nampaknya mengungkapkan keterbatasan dalam pekerjaan Kristus. Apakah ayat ini tidak mengurangi nilai dan manfaat hidup dan kematian Kristus? Dapatkah penyerahan diri terhadap sesuatu yang lahiriah seperti tatacara sunat menumpulkan keefektifan kematian-Nya yang penuh pengorbanan?
Tema utama dari Kitab Galatia adalah bahwa keselamatan didapatkan melalui iman dan bukan usaha; bahwa pembenaran (yaitu, hubungan yang benar dengan Allah) adalah hasil pemberian Anak Allah yang penuh rahmat, bukan hasil usaha manusia; bahwa kebebasan dari ikatan dosa tidak didapatkan melalui ketaatan yang secermat apapun terhadap Hukum Taurat, melainkan melalui kematian Kristus yang menebus di kayu salib. Injil ini diremehkan dan diputarbalikkan apa yang disebut kelompok Yahudi.
Orang Kristen Yahudi ini menentang Injil Paulus sebagai antinomian ("melawan hukum"), jelas mereka percaya bahwa di samping pekerjaan Allah di dalam Kristus, baik orang Kristen Yahudi maupun kafir perlu mentaati Hukum Taurat, yang secara khusus mencakup ketaatan pad a tatacara dan pemujaan, seperti hari-hari khusus, makanan yang halal, dan sunat (3: 1-7; 4:8-11, 17, 21-22). Paulus menyebut mereka "orang-orang yang bersunat" (2:12), karena tuntutan mereka terhadap pengikut Mesias agar mematuhi hukum Musa secara sangat khusus dan radikal terunqkap dalam tuntutan agar orang-orang kafir disunat untuk dapat menjadi anggota penuh dari masyarakat perjanjian yang baru (6:12).
Tuntutan kelompok Yahudi ini ditolak oleh Paulus tanpa kompromi (Iihat bab 32 di atas), karena tuntutan ini menentukan sebuah kriteria untuk keselamatan yaitu usaha rnanusia (3:3), yang berada di luar jalan keselamatan Allah. Mencari kebenaran (yang da/am konteks ini tidak mengacu kepada kebaikan moral-etika, melainkan menunjukkan pemahaman Paulus mengenai "hubungan yang benar dengan Allah") melalui ketaatan terhadap hukum akan berarti "mengesampingkan kasih karunia Allah" (2:12).
Mengapa Paulus sangat menentang setiap campur tangan mengenai ketaatan terhadap Hukum Taurat? Satu alasan dikemukakan pada tiga bab pertama kitab Roma. Walaupun sebagai seorang rabi Paulus jelas percaya bahwa ketaatan sepenuhnya terhadap hukum Musa dapat dilakukan (Filipi 3:4-6), ia juga sangat yakin bahwa jalan untuk mencapai hubungan dengan Allah semacam ini secara tak terhindarkan akan mengarah kepada sikap membenarkan diri sendiri, membanggakan diri dalam perkara-perkara rohani, membual di hadapan Allah dan sesama, dan karena itu secara tidak langsung akan menimbulkan penolakan terhadap sikap mental yang rendah hati di hadapan Pencipta. Alasan yang kedua dan barangkali lebih mendasar
untuk menolak ketaatan lahiriah berdasarkan Hukum Taurat ini adalah keyakinan Paulus bahwa sejak permulaan sejarah penebusan, cara yang sudah ditetapkan secara ilahi untuk memiliki hubungan keselamatan dengan Allah adalah melalui iman, bukan berdasarkan usaha manusia (Lihat Galatia 3:6-25; lihat juga Roma 3-4).
Atas dasar keyakinan ini, Paulus berargumentasi bahwa jika sebuah sistem Hukum Taurat, atau hukum Musa sekalipun, dapat memberi kehidupan, maka hubungan yang benar dengan Allah "memang berasal dari Hukum Taurat" (3:21); tetapi satu-satunya kekuatan yang dimiliki Hukum Taurat adalah menyatakan kedudukan kita sebagai orang berdosa di hadapan Allah yang kudus dan menunjukkan bahwa pada akhirnya kita tergantung pada kasih karunia-Nya, dan menerimanya dalam iman (3:18, 22-25).
Pemahaman cara keselamatan Allah ini, bertentangan dengan cara kelompok Yahudi, menimbulkan pernyataan Paulus bahwa ketaatan terhadap sunat (sebagai sarana menuju pembenaran di hadapan Allah), berarti bahwa Kristus sama sekali 'tidak berguna" bagi mereka (5:2). Kalimat di dalam tanda kurung ini menafsirkan maksud Paulus sesuai dengan pernyataan yang paralel yang diucapkannya dalarn Galatia 2:21, yaitu, "Sebab sekiranya ada kebenaran oleh Hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus." Pusat keprihatinan Paulus tentu saja adalah bahwa sunat yang bagi Paulus merupakan "jalan pintas" untuk kehidupan yang dijalani sesuai dengan hukum Musa yang dipahami dan dilakukan sebagai sarana untuk mendapatkan pembenaran, tidak termasuk dalam kasih karunia Allah. Sebenarnya sunat merupakan pernyataan bahwa seseorang dapat mencapai pembenaran melalui usaha pribadi; dan dengan demikian meniadakan perlunya penebusan.
Bagi orang-orang yang memilih jalan itu, "Kristus tidak akan berguna," karena usaha untuk "dibenarkan oleh Hukum Taurat" akan menimbulkan keterasingan dari Kristus dan keterpisahan dari kasih karunia. Jika kita hidup "menurut Hukum Taurat," Kristus dan karya penebusan-Nya tidak bernilai bagi kita. Tetapi jika kita "di dalam Kristus Yesus, hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih" (5:6).
Kristus yang Tidak Berguna
* Galatia 5:1-15 Kemerdekaan Kristen
5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
5:2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
5:3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.
5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.
5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.
5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
5:7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?
5:8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu.
5:9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.
5:10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapa pun juga dia.
5:11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi.
5:12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!
5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"
5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
Galatia 5:2 nampaknya mengungkapkan keterbatasan dalam pekerjaan Kristus. Apakah ayat ini tidak mengurangi nilai dan manfaat hidup dan kematian Kristus? Dapatkah penyerahan diri terhadap sesuatu yang lahiriah seperti tatacara sunat menumpulkan keefektifan kematian-Nya yang penuh pengorbanan?
Tema utama dari Kitab Galatia adalah bahwa keselamatan didapatkan melalui iman dan bukan usaha; bahwa pembenaran (yaitu, hubungan yang benar dengan Allah) adalah hasil pemberian Anak Allah yang penuh rahmat, bukan hasil usaha manusia; bahwa kebebasan dari ikatan dosa tidak didapatkan melalui ketaatan yang secermat apapun terhadap Hukum Taurat, melainkan melalui kematian Kristus yang menebus di kayu salib. Injil ini diremehkan dan diputarbalikkan apa yang disebut kelompok Yahudi.
Orang Kristen Yahudi ini menentang Injil Paulus sebagai antinomian ("melawan hukum"), jelas mereka percaya bahwa di samping pekerjaan Allah di dalam Kristus, baik orang Kristen Yahudi maupun kafir perlu mentaati Hukum Taurat, yang secara khusus mencakup ketaatan pad a tatacara dan pemujaan, seperti hari-hari khusus, makanan yang halal, dan sunat (3: 1-7; 4:8-11, 17, 21-22). Paulus menyebut mereka "orang-orang yang bersunat" (2:12), karena tuntutan mereka terhadap pengikut Mesias agar mematuhi hukum Musa secara sangat khusus dan radikal terunqkap dalam tuntutan agar orang-orang kafir disunat untuk dapat menjadi anggota penuh dari masyarakat perjanjian yang baru (6:12).
Tuntutan kelompok Yahudi ini ditolak oleh Paulus tanpa kompromi (Iihat bab 32 di atas), karena tuntutan ini menentukan sebuah kriteria untuk keselamatan yaitu usaha rnanusia (3:3), yang berada di luar jalan keselamatan Allah. Mencari kebenaran (yang da/am konteks ini tidak mengacu kepada kebaikan moral-etika, melainkan menunjukkan pemahaman Paulus mengenai "hubungan yang benar dengan Allah") melalui ketaatan terhadap hukum akan berarti "mengesampingkan kasih karunia Allah" (2:12).
Mengapa Paulus sangat menentang setiap campur tangan mengenai ketaatan terhadap Hukum Taurat? Satu alasan dikemukakan pada tiga bab pertama kitab Roma. Walaupun sebagai seorang rabi Paulus jelas percaya bahwa ketaatan sepenuhnya terhadap hukum Musa dapat dilakukan (Filipi 3:4-6), ia juga sangat yakin bahwa jalan untuk mencapai hubungan dengan Allah semacam ini secara tak terhindarkan akan mengarah kepada sikap membenarkan diri sendiri, membanggakan diri dalam perkara-perkara rohani, membual di hadapan Allah dan sesama, dan karena itu secara tidak langsung akan menimbulkan penolakan terhadap sikap mental yang rendah hati di hadapan Pencipta. Alasan yang kedua dan barangkali lebih mendasar
untuk menolak ketaatan lahiriah berdasarkan Hukum Taurat ini adalah keyakinan Paulus bahwa sejak permulaan sejarah penebusan, cara yang sudah ditetapkan secara ilahi untuk memiliki hubungan keselamatan dengan Allah adalah melalui iman, bukan berdasarkan usaha manusia (Lihat Galatia 3:6-25; lihat juga Roma 3-4).
Atas dasar keyakinan ini, Paulus berargumentasi bahwa jika sebuah sistem Hukum Taurat, atau hukum Musa sekalipun, dapat memberi kehidupan, maka hubungan yang benar dengan Allah "memang berasal dari Hukum Taurat" (3:21); tetapi satu-satunya kekuatan yang dimiliki Hukum Taurat adalah menyatakan kedudukan kita sebagai orang berdosa di hadapan Allah yang kudus dan menunjukkan bahwa pada akhirnya kita tergantung pada kasih karunia-Nya, dan menerimanya dalam iman (3:18, 22-25).
Pemahaman cara keselamatan Allah ini, bertentangan dengan cara kelompok Yahudi, menimbulkan pernyataan Paulus bahwa ketaatan terhadap sunat (sebagai sarana menuju pembenaran di hadapan Allah), berarti bahwa Kristus sama sekali 'tidak berguna" bagi mereka (5:2). Kalimat di dalam tanda kurung ini menafsirkan maksud Paulus sesuai dengan pernyataan yang paralel yang diucapkannya dalarn Galatia 2:21, yaitu, "Sebab sekiranya ada kebenaran oleh Hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus." Pusat keprihatinan Paulus tentu saja adalah bahwa sunat yang bagi Paulus merupakan "jalan pintas" untuk kehidupan yang dijalani sesuai dengan hukum Musa yang dipahami dan dilakukan sebagai sarana untuk mendapatkan pembenaran, tidak termasuk dalam kasih karunia Allah. Sebenarnya sunat merupakan pernyataan bahwa seseorang dapat mencapai pembenaran melalui usaha pribadi; dan dengan demikian meniadakan perlunya penebusan.
Bagi orang-orang yang memilih jalan itu, "Kristus tidak akan berguna," karena usaha untuk "dibenarkan oleh Hukum Taurat" akan menimbulkan keterasingan dari Kristus dan keterpisahan dari kasih karunia. Jika kita hidup "menurut Hukum Taurat," Kristus dan karya penebusan-Nya tidak bernilai bagi kita. Tetapi jika kita "di dalam Kristus Yesus, hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih" (5:6).
Maandag 15 April 2013
RAHASIA KEBANGKITAN YESUS
MENGENAL KUASA KEBANGKITAN
YESUS
Friday, 13
August 2010 12:09
Written by
Pdt. M.D. Wakkary
Filipi 3:10-11.
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa
kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi
serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan
dari antara orang mati.”
Rasul Paulus mempunyai kerinduan rohani yang luar
biasa yaitu ingin mengenal Tuhan. Kata “mengenal” (may know) dalam bahasa
Yunani disebut “ginosko” artinya pengetahuan yang empirikal, atau mengetahui
dan mengalami. Apa sebenarnya istimewanya kebangkitan Yesus? Pertama, kuasa
kebangkitanNya. Kata 'kuasa' (power) dalam bahasa Yunani adalah dunamis. Tetapi
dalam ayat Filipi 3:10 digunakan kata 'dunamoo' artinya kekuatan. Paulus hendak
mengenal Yesus dengan kekuatan kebangkitanNya. Dia tahu bahwa Yesus mempunyai
satu kekuatan yang besar. Bagaimana orang yang sudah mati tiga hari bisa
bangkit dan bangkit dalam tubuh yang menakjubkan. Tubuh kebangkitan Yesus bisa
menembus tembok. Tidak ada satu unsur alami di dunia ini yang bisa menghambat
tubuh kebangkitan Yesus.
Namun Paulus juga tahu bahwa tidak ada kebangkitan
tanpa kematian, dan tidak ada kematian tanpa penderitaan. Karena itu Paulus
ingin mengenal Yesus secara utuh.
Kata 'kebangkitan' (resurrection) dalam bahasa Yunani
disebut 'anastasia' artinya bangkit berdiri kembali, tubuh yang bangkit dari
kubur. Sedangkan kata 'persekutuan' (fellowship) dalam bahasa Yunani disebut
'koinonia' artinya bersekutu dengan, berarti bersekutu dengan seseorang, paling
tidak ada dua pihak.
Paulus mau bersekutu dengan penderitaan Yesus. Ayat
ini tidak boleh ditafsirkan dengan keliru. Sebab kalau tidak orang akan
beranggapan bahwa kalau ikut Yesus harus dicambuk dan tersalib di kayu salib.
Arti sesungguhnya yaitu proses salib, ada penderitaan yang harus kita lalui.
Banyak orang ingin diberkati, ingin dipulihkan, ingin disembuhkan, tetapi tidak
mau menempuh jalan salib. Yesus berkata bahwa setiap orang yang mengikut Yesus
harus memikul salib. Tetapi salib yang dimaksud bukanlah salib Yesus. Sebab
tidak ada yang sanggup memikul salib Yesus. Hanya Yesus yang sanggup memikul
salibNya dan dilakukannya satu kali untuk selamanya. Tetapi bersekutu
dengan penderitaanNya, berarti kita ikut merasakan sedikit penderitaan Kristus.
Minggu lalu, jemaat kita dianjurkan berpuasa selama
dua atau tiga hari. Kita mau merasakan sedikit salib Kristus dengan menyalibkan
perut kita. Banyak orang Kristen ingin berkat yang besar, kuasa yang besar
tetapi berpuasa satu hari saja berat. Kita harus belajar seperti Paulus,
mengenal kuasa kebangkitan Yesus dan juga bersekutu dengan penderitaanNya.
Tuhan ijinkan salib atau pencobaan datang supaya kita dekat dengan Yesus. Kalau
percobaan datang tentu kita banyak berdoa.
Kata penderitaan (suffering) dalam bahasa Yunani
disebut “panthema” artinya penyebab penderitaan. Yesus mati di salib karena
untuk menyelamatkan manusia.
Kita diharapkan bisa serupa dengan Dia dalam
kematianNya. Serupa (conformable) dalam bahasa Yunani disebut 'summorphos'
artinya dibentuk sama. Kita dibentuk sama atau hampir sama atau mirip dengan
kematianNya atau salibNya, yaitu menderita untuk orang lain. Dia berkorban
supaya orang lain selamat.
Kalau anda mau menjadi orang Kristen yang mengalami
kuasa kebangkitan Yesus jangan takut kalau ada percobaan. Tuhan tahu kekuatan
kita. Baca I Korintus 10:13. Justru waktu kita masuk dalam penderitaan, kita
menjadi serupa dengan kematianNya. Dan waktu itulah kita bisa mengalami kuasa
kebangkitan Yesus.
Filipi 3:11. Orang-orang yang meninggal dalam Tuhan,
jiwa dan rohnya ada di sorga, walaupun tubuhnya masih di bumi. Tetapi nanti
waktu Yesus datang kembali, tubuh akan bangkit dalam bentuk yang baru di mana
unsur-usur dan elemen-elemen alami tidak bisa menahannya. Bahkan menurut 1
Tesalonika 4:16-17, orang yang mati dalam Tuhan akan bangkit dan
berkumpul di angkasa. Jadi tubuh itu akan kebal kepada hukum gravitasi bumi.
Tubuh kebangkitan adalah tubuh yang tidak bisa dihalangi oleh elemen-elemen
bumi ini dan unsur-unsur di angkasa.
Juga, dalam hidup sekarang ini kita perlu semangat
kebangkitan, dalam bhs Yunani disebut 'exanastasis' artinya bangkit kembali.
Sebab banyak orang yang mati (dead) Filipi 3:11 = nekros (bhs Yunani) yang juga
artinya kematian rohani, oleh karena perbuatan dosa, banyak percobaan,
penyakit, kekecewaan, sakit hati, ketidakpuasan, dlsb. Banyak orang Kristen
tidak beribadah pada hari Minggu. Itu orang sudah mati rohaninya. Tetapi saya
percaya, yang mati rohani bisa dibangkitkan oleh kuasa kebangkitan Yesus.
Efesus 1:19-20. Kita harus selalu mengenal kuasa
kebangkitan Kristus, sebab kuasa yang dikerjakanNya dalam membangkitkan Kristus
ada dalam hidup setiap orang percaya. Jadi kekuatan yang membangkitkan Yesus
dari kematian dan mengangkatNya dari kuburan adalah kekuatan atau energi yang
hidup di semua orang yang percaya kepada Yesus. Kuncinya adalah percaya atau
iman. Semua ditentukan oleh iman kita.
Saya harap di akhir zaman ini gereja mengalami
kehebatan kuasa Tuhan, orang-orang datang kepada Yesus. Pada Ibadah malam hari
Jumat yang lalu, seseorang datang kepada saya. Katanya ia melihat Seorang
berpakaian putih bercahaya dan menyuruhnya untuk beribadah. Saya mendoakannya
dan akhirnya ia terima Yesus. Ia beragama bukan Kristen. Perhatikan, orang ini
menerima Yesus tanpa ada orang bersaksi kepadanya. Disinilah kita melihat bahwa
sekarang ini kuasa Allah sedang bekerja. Kekristenan tanpa kuasa kebangkitan
sama saja dengan agama-agama lain.
I Korintus 15:26. Yang paling ditakuti oleh semua
lapisan manusia adalah kematian atau maut. Tetapi justru kebangkitan Yesus
mengalahkan maut. Karena itu kita selalu rayakan kebangkitan Kristus. Gereja
Perjanjian Baru selalu beribadah pada hari Minggu bukan hari Sabtu atau hari
ketujuh atau Sabat sebab pada hari pertama minggu itu yaitu hari Minggu Yesus
bangkit. Ibadah Minggu adalah ibadah raya. Karena kebangkitan Yesus, musuh
terbesar kita yaitu maut telah dikalahkan. I Korintus 15:55-57
Saya mendorong semua jemaat supaya mengalami kuasa
kebangkitan Yesus. Kuasa ini yang membuat anda tetap berdiri dan bersemangat
ikut Tuhan. Muliakan Yesus dalam segala keadaan, sebab Yesus yang kita
sembah sudah bangkit dan orang-orang percaya juga dibangkitkan oleh Tuhan. Puji
Tuhan!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary,
Minggu 4 April 2010 (Ibadah Raya II)
|
BACA JUGA INI :
|
#1 2012-05-21 17:04
saya sedang
berjuang untuk mengalami apa yang ditulis dalam FILIPI 3:10-11
Kirim Tanggapan Anda
Top of Form
Nama Lengkap (wajib diisi)
E-mail (wajib diisi)
2000 symbols
left
Kirimkan setiap balasan tanggapan
saya
Bottom of Form
Teken in op:
Plasings (Atom)

